Sejarah

RIWAYAT BERDIRINYA VIHARA SAKYAKIRTI JAMBI
     2

Apabila menelusuri kembali perjalanan perkembangan Agama Buddha di Kota Jambi, maka Kita tak akan lepas dari peran Vihara Sakyakirti Jambi. Vihara  ini pertama kali didirikan untuk umum pada tahun 1968. Dengan hadirnya Vihara Sakyakirti ini, maka umat Buddha Kota Jambi dapat melaksanakan ibadah keagamaan sesuai dengan Agama Buddha yang dipeluknya.

IMG_0030

Perkembangan Agama Buddha di Provinsi Jambi berawal pada tahun 1965 ketika umat Buddha Jambi mendapat kunjungan dari beberapa orang Upasaka Pandita dari Kota Sriwijaya-Palembang yang menginformasikan bahwa Kota Jambi akan mendapat kunjungan dari Y.A. Bhikkhu Ashin Jinarakkhita, yaitu Bhikkhu pertama di Indonesia dan pelopor bangkitnya Agama Buddha di Indonesia sejak runtuhnya Kerajaan Sriwijaya dan Keprabuan Majapahit. Pertemuan dengan Y.A. Ashin Jinarakkhita ini menimbulkan keinginan yang lebih menggebu bagi umat Buddha di Jambi untuk lebih mengenal Buddha Dharma, untuk itu diadakanlah ceramah umum Agama Buddha yang pertama kali di Gedung Nasional yang saat ini dikenal sebagai Gedung Wanita atau BKOW (Badan Kerjasama Organisasi Wanita) oleh Samanera Jinagiri (Alm. Y.A. Bhikkhu Girirakkhito) dan Samanera Jinaratana. Ceramah umum yang pertama ini menjadi pendorong semangat beberapa pelopor umat Buddha Jambi untuk lebih meningkatkan perkembangan Agama Buddha di Jambi dan akhirnya timbul inisiatif untuk mengumpulkan dana bagi pendirian sebuah tempat ibadah Agama Buddha yang memadai.

Image_0002

Selanjutnya pada tahun 1968, oleh para pelopor umat Buddha Jambi yang salah satunya adalah Alm. Romo Viriya Mitta berhasil memperoleh sebidang tanah seluas 30 x 135  dan mendirikan sebuah bangunan Vihara yang permanen. Sejak saat itu bangunan yang terletak di Jalan Pangeran Diponegoro No. 56 itu, dijadikan tempat ibadah umat Buddha, khususnya umat Buddha Jambi mengadakan kebaktian setiap hari dan belajar Dharma sesuai dengan Kitab Suci Tripitaka, serta mencoba untuk mempraktekkan ajaran Sang Buddha dengan baik dan benar.

IMG_0002

Sejalan dengan berlangsungnya waktu maka pertambahan umat pun semakin banyak, sehingga kebutuhan untuk pelayanan umat pun semakin bertambah, untuk itu pada tahun 1970 dibangunlah Sekolah Buddhayana (yang sekarang dikenal sebagai Perguruan Sariputra) untuk mendukung umat Buddha Jambi khususnya untuk lebih mendalami Agama Buddha. Beberapa tahun kemudian tepatnya pada tahun 1974, dibangun juga Pagoda Avalokitesvara di komplek ini.
Sejalan dengan berlalunya waktu maka pertambahan umat pun semakin banyak sehingga fasilitas yang ada sudah tidak bisa lagi menampung jumlah umat yang ingin ikut kebaktian. Berbagai upaya telah dilakukan oleh para pengurus untuk memperbaiki dan memperluas bangunan beserta fasilitasnya. Pada tahun 1991, sebagai upaya menambah pelayanan pada umat, maka disediakanlah tempat tinggal bagi para Bhikkhu (Kuti), perpustakaan, dan kegiatan administrasi para Pengurus Vihara maupun Organisasi Kepemudaan. Komplek Vihara direnovasi kembali dengan membangun kembali bangunan komplek Kantor dan Sekretariat Vihara yang lama menjadi bangunan permanen yang baru bertingkat tiga yang kesemuanya untuk melaksanakan aktifitas perkantoran Vihara maupun Organisasi Kepemudaan Vihara, kegiatan keagamaan, pendidikan, dan sosial kemasyarakatan serta tempat tinggal anggota Sangha (Kuti).

IMG_0013 IMG_0031 IMG_0018 3 Image_0005

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>